Oleh: buletinrsudbima | Juni 11, 2009

Hasil Lomba Pelayanan Publik Diumumkan

Hasil Lomba pelayanan publik antar ruangan dan intalasi tingkat RSUD Bima diumumkan (Rabu, 10 Juni 2009).

Direktur, Ketua Tim saat Pengumuman Pemenang LombaDirektur, Ketua Tim saat Pengumuman Pemenang Lomba

Pengumuman ini adalah puncak dari kegiatan sosialisasi, pembenahan dan perbaikan selama 1 bulan terakhir. Pada 1 Juni lalu Tim Penilaian RSUD Bima telah melaksanakan tugas dan kemarin hasil penilaian itu diumumkan. Direktur RSUD Bima dr. Hj. Tini Wijanari dalam sambutannya mengatakan bahwa lomba ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan citra pelayanan public. “Dengan lomba ini kita berharap bahwa semua ruangan/unit dan instalasi terpacu untuk menata diri. Sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarganya”, ujar direktur sesaat sebelum pengumuman lomba. Pada kesempatan itu direktur menyampaikan ucapan selamat kepada para juara, namun direktur juga memperingatkan agar para juara ini dapat mempertahankan apa yang di raih saat ini. “Kita akan menilai kembali mana “juara bertahan”. Jangan-jangan juaranya hanya pada saat penilaian”, ujar dr. Tini. “Sebab menurut informasi yang saya peroleh dari Tim Penilai, sebenarnya nilai dari masing-masing ruangan/instalasi tuh berbeda tipis. Karena nya saya senang dengan semua partisipasi yang telah diberikan karyawan RSUD Bima untuk kegiatan lomba ini”, imbuhnya lagi. Pada akhir acara, direktur menyerahkan hadiah dan juga piagam penghargaan kepada para pemenang lomba.

direktur_hadiah buat intalasi terbaikdirektur_hadiah buat intalasi terbaik

Sementara itu, Ketua Tim penilai H. Nasrullah, S.Sos, kembali menegaskan bahwa criteria penilaian meliputi 14 parameter dengan 7 orang tim penilai dari masing-masing bidang penilaian.”Tim, telah berusaha seobyektif mungkin dalam memberikan penilaian. Nilainya ternyata beda tipis”, ujarnya. “Kalaupun akhirnya ada juara 1, 2 dan 3, biasanya lebih disebabkan oleh pemahaman ruangan yang bersangkutan terhadap visi misi rumah sakit”, jelasnya lagi. Bahkan H. Nasrullah menjelaskan untuk memberikan penghargaan terhadap apresiasi yang diberikan oleh ruangan/instalasi, tim penilai akhirnya menambah 2 kategori penilaian yaitu : kebersihan terbaik dan Kreasi-Inovasi terbaik.

Para pemenang lomba dengan hadiah dan piagam penghargaanPara pemenang lomba dengan hadiah dan piagam penghargaan

Adapun pemenang selengkapnya pada adalah :

A. Antar Instalasi

Kategori Penampilan terbaik

1. Laboratorium

2. Instalasi Gawat Garurat

3. Instalasi Rawat Inap

Salah satu sudut ruang Instalasi laboratorium setelah lombaSalah satu sudut ruang Instalasi laboratorium setelah lomba

Kategori Kebersihan terbaik

1. Instalasi Bedah Central (OK)

2. Instalasi Gizi

3. Instalasi Intensive Care Unit (ICU

Kategori Kreasi dan Inovasi terbaik

1. Instalasi Rawat Inap

2. Instalasi Rawat Jalan

3. Instalasi Rekam Medis

B. Antar Ruangan Rawat Inap

Kategori Penampilan terbaik

1. Ruang bersalin (KBR)

2. Ruang Perawatan VIP B

3. Ruang perawatan VIP A

Salah satu meja kerja sebelum dan sesudah lombaSalah satu meja kerja sebelum dan sesudah lomba

Kategori Kebersihan terbaik

1. Ruang Perawatan Anak

2. Ruang Perawatan Bedah

3. Ruang Perawatan VIP B

Kategori Kreasi dan Inovasi terbaik

1. Ruang Perawatan VIP A

2. Ruang Perawatan Peny. Dalam

3. Ruang bersalin (KBR)

C. Antar Poliklinik Rawat Jalan

Kategori Penampilan terbaik

1. Poli Gigi                              2. Poli Anak                     3. Poli Mata

Poli Gigi_Seni dan keindahan pada kursi pasienPoli Gigi_Seni dan keindahan pada kursi pasien

Kategori Kebersihan terbaik

1. Poli Bedah                 2. Poli Kandungan                 3. Poli Peny.Dalam

Kategori Kreasi dan Inovasi terbaik

1. Poli Mata   2. Poli THT     3. Poli Gigi

Oleh: buletinrsudbima | Juni 3, 2009

RSUD BIMA GELAR LOMBA PELAYANAN ANTAR RUANGAN

Terinspirasi Kegiatan 5 R HMT dan HUT Bima Untuk meningkatkan mutu dan kesan umum yang baik terhadap RSUD Bima maka pada awal Juni 2009 ini digelar lomba pelayanan antar ruangan/unit dan instalasi se-RSUD Bima. Salah satu bagian RS sebelum lombaSalah satu bagian RS sebelum lomba

Sebanyak 13 instalasi, 7 ruang rawat inap, seluruh poliklinik ikut serta dalam lomba ini. Pemenang lomba ini dibagi dalam beberapa kategori. Kategori pertama antar instalasi, kedua antar poliklinik dan ketiga antar ruang rawat inap. Kepada pemenang disamping hadiah juga piagam pengharagaan dari direktur RSUD Bima. Untuk menyukseskannya, direktur RSUD Bima sejak 1 bulan lalu membentuk panitia penilai yang meliputi seluruh unsure terkait di RSUD Bima. Tim penilai ini di Pimpin oleh H. Nasrullah, S.Sos (kabid Pelayanan) dengan sekretaris sekaligus anggota Rosdiyana, SKM (kasubid Bimb Askep), anggota tim lainnya adalah Nurdin, S. Adm. (Kasubid Diklat), Syahmir, SKM (Kasi Program), Hayatun Arsyad (Kasubid Kepegawaian), dr. Muhamad Ali, Sp.PD (Ketua Komite Medik), dan Firman, SE, S.Kep. (ketua Komite Perawat).

Salah satu bagian RS setelah lombaSalah satu bagian RS setelah lomba

Tim yang dibentuk telah merumuskan berbagai indicator obyektif penilaian. Hasilnya banyak parameter yang akan dipergunakan. “Kita tidak hanya menilai kebersihan”, ujar H. Nasrullah, S.Sos., selaku Ketua Tim penilai. “Unsur kebersihan itu hanya salah satu unsur 5 R dan 5 R ini hanya salah satu parameter dari 14 parameter penilaian yang kita pakai”, lanjut nya. Menyukseskan kegiatan ini RSUD Bima melalui direktur jauh-jauh hari telah mengumumkan kepada seluruh instalasi, ruangan/unit yang ada. Bahkan direktur meminta bagian dikumentasi agar mengambil gambar di ruangan/instalasi pada saat yang tidak diduga-duga oleh pemilik ruangan. “Sehingga hasilnya lebih obyektif dan sebagai bahan instrospeksi”, ujar direktur kepada warta RSUD yang kebetulan jadi petugas dokumentasi.

Tim Penilai bersama staf ruang bersalinTim Penilai bersama staf ruang bersalin

Hasilnya, saat penilaian resmi dilakukan pada 1 Juni 2009, kata pertama yang terucap dari seluruh tim penilai adalah LUAR BIASA !. bahkan dr. Muhamad Ali, Sp.PD benar-benar merekomendasikan kegiatan ini diadakan secara rutin. “Dari unsure kebersihan, saya pikir semuanya tidak ada masalah. Tinggal beberapa hal seperti ketersediaan dan kepatuhan terhadap protap, pemahaman visi misi rumah sakit dan ruangan masing-masing”, ujar nya. Pantauan warta RSUD Bima yang ikut bersama tim penilai juga melihat hal yang sama. Ruangan-ruangan telah ditata sedemikian bersih dan rapi.

Oleh: buletinrsudbima | Mei 4, 2009

RSUD Bima, Lokasi Pertama Presentasi Tugas Blok

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima terpilih sebagai lokasi pertama presentasi tugas blok I kegiatan HMT. kegiatan ini disamping dikuti seluruh peserta HMT, juga dikuti direktur dari masing-masing RS peserta HMT. Kepala bidang dan unit terkait di RSUD Bima juga dilibatkan.

Pada kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Bima (senin, 4 Mei 2009) seluruh permasalahan tugas blok dipresentasikan oleh masing-masing tim HMT. Bertugas sebagai presenter pertama, tim HMT Bima yang diwakili dr. Hj. Early memaparkan berbagai isyu patient safety di ruang IGD RSUD Bima. Berbagai adverse event (kejadian yang tidak diinginkan) juga coba di identifikasi.  Semua data-data hasil pengukuran tim selama waktu tugas (2 minggu) diketengahkan dihadapan mentor, tim HMT lain, dan karyawan RSUD Bima. 

RS bima presentasi

RS bima presentasi

Presentasi RSUD Bima juga mendapat tanggapan dari beberapa direktur RSU yang hadir pada kegiatan ini. Diantaranya Direktur RS Gerung, RS Sumbawa (di wakili  Kabid), dan direktur RS Dompu. Pada intinya, hampir semua rumah sakit memiliki masalah yang  sama.

Berikutnya, RSUD Dompu memperesentasikan hasil identifikasi patient safety nya dengan fokus ruang perawatan penyakit dalam. Gambar-gambar adverse event  yang ditemui kiranya telah banyak menceritakan besarnya potensi adverse event terjadi.

Sedangkan RSUD Sumbawa yang mengaku tampil “buka-bukaan”, memfokuskan perhatiannya pada isyu patient safety di ruang Kamar operasi (OK). Menarik. Karena dari gambar-gambar yang ditampilkan banyak bercerita tentang resiko adverse event di ruang OK.

Tampil pada urutan terakhir adalah peserta paling jauh. peserta dari negeri seberang. RSUD Gerung. Dengan komandan tim Arif Suryawirawan dan dukungan dari sang direktur drg. Ambaryati cukup membuat presentasi Gerung menjadi hangat dan sukses mengidentifikasi adverse event di Instalasi Farmasi.

Dari berbagai presentasi tersebut, ternyata dibanyak tempat, dibanyak ruangan, bahkan dimanapun di unit-unit pelayanan rumah sakit mempunyai resiko untuk timbulnya adverse event. Karena itu, menurut dr. Tjahyono Kuntjoro, Dr.PH sekaligus pemateri awal Blok II dari UGM yang penting adalah “Budaya patient safety!.

Oleh: buletinrsudbima | April 4, 2009

Beredar, WartaRSUD edisi Maret 2009

wartarsud_maret09

wartarsud_maret09

wartaRSUD, Media Komunikasi RSUD Bima edisi Maret 2009 telah beredar pada Tanggal 1 April kemarin. Ini adalah edisi ke 14 sejak pertama kali diterbitkan tujuh tahun yang lalu. Sepertinya 2 edisi tiap tahun. Kenyataanya tidak demikian. Hanya 3 tahun terakhir inilah buletin ini bisa terbit rutin tiap 3 bulan. Bahkan edisi sekarang terbit setelah 6 bulan dari beredarnya edisi 13. seperti kebanyakan media khusus, wartaRSUD pun sangat tergantung dari waktu para personilnya. Personil warta RSUD juga memiliki tugas pokok masing-masing di RSUD Bima. Bagaimanapun kita tetap bersyukur telah menerbitkan buletin ini.

Oleh: buletinrsudbima | April 1, 2009

Suharnas-Darwis, Ka Irna-Irja Baru

Suharnas, S.Kep dan Darwis, S.Kep., Sejak 1 April 2009 ini diangkat menjadi Kepala Instalasi Rawat Inap (Irna) dan Kepala Instalasi Rawat Jalan (Irja) RSUD Bima. Pengangkatan kedua perawat senior ini guna menggantikan pejabat sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun.

RSUD Bima_nas-mut_serah-terima

Didampingi Kabid keperawatan dan Kasubid Bimb Askep                     Suharnas-Mutmainnah_serah-terima jabatan

Suharnas-Darwis, yang sebelumnya menjabat Kepala Ruang Perawatan Penyakit Dalam dan Ruang Perawatan Bedah selanjutnya akan diganti oleh Mutmainnah, S.Kep dan Maani, AMK.

Mutmainnah yang sebelumnya Wakil Kepala Ruang VIP A akan menggantikan Suharnas di Ruang penyakit Dalam, sedangkan Maani yang sebelumnya Wakil Kepala Bedah Sentral akan menggantikan Darwis di Ruang penyakit Bedah.  Surat keputusan penugasan mereka ini tertuang dalam SK direktur RSUD Bima No. 813.2.016/77/RS-B/IV/2009.

“Ini untuk mengefektifkan pekerjaan di rawat inap maupun rawat jalan”, komentar dr. Hj. Tini Wijanari, direktur RSUD Bima.

Oleh: buletinrsudbima | Maret 31, 2009

BKKBN NTB Operasi Kontap di RSUD Bima

Tim Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi NTB, senin (30/3/09)  berkunjung dan melakukan operasi kontrasepsi mantap (Kontap) di RSUD Bima.

bkkbn

Di RSUD Bima rombongan yang di pimpin dr. Wisnu dari RS Lombok Timur ini akan melakukan operasi pada 106 orang calon akseptor KB Kontap yang berasal dari Kabupaten maupun Kota Bima.
”Kita usahakan selesai hari ini, namun kalau tidak selesai akan kita lanjutkan besok”, ujar salah seorang anggota Tim.

tim-bkkbntim-bkkbn

Sebelumnya, tim melakukan rapat koordinasi di Ruang kerja direktur RSUD Bima.

Oleh: buletinrsudbima | Maret 31, 2009

Direktur Pimpin Pertemuan “Prioritas Masalah” HMT

Direktur RSUD Bima, dr. Hj. Tini Wijanari, Sabtu (27/3/09) memimpin pertemuan pembahasan prioritas masalah HMT RSUD Bima. Pada pertemuan tersebut dr. Tini mengharapkan agar pertemuan itu benar-benar dimanfaatkan untuk menentukan masalah yang sangat prioritas bagi RSUD Bima untuk diatasi. “Kita bersyukur dengan adanya HMT ini, syukur dan terima kasih juga kepada pihak GTZ maupun UGM yang telah menyelenggrakan kegiatan HMT ini”, ujarnya.

direktur-enjoy-mengikuti-diskusi

direktur-(kiri)-mengikuti-diskusi

Pertemuan ini dihadiri oleh unsur terkait di RSUD Bima. Diantaranya, Sekretaris RSUD Bima, Kabid Pelayanan, Kabid Keperawatan, Kabid Penunjang dan SDM, Kepala Irna (Intalasi rawat inap), Kepala Irja (rawat jalan), Kepala Instalasi Gawad Darurat (IRD), Ketua Komite Medik dan Ketua Komite keperawatan.

serius-ikuti-pemaparan-hmt

dari kiri : drg. iksan, dr. M. Ali (ketua Ko. Medik, Sukardi, S.Sos (Kabid SDM), Drs. H. Abidin (sekretaris), dr. Cipto (Ka. IRD), serius-ikuti-pemaparan-hmt

Pertemuan juga dihadiri oleh Mentor Tim HMT Bima dari FK UGM, Hari Sanjoto menajadi menarik takkala memasuki acara diskusi. Penentuan masalah prioritas menjadi bahan diskusi yang cukup panjang. Berbagai masalah dimunculkan. Namun, setelah dihadapkan pada cara penentuan masalah berdasarkan metode Hanlon, beberapa masalah kembali mentok untuk diangkat. Pasalnya, metode Hanlon mengajarkan, disamping melihat ukuran dari besarnya sebuah masalah, juga melihat tingkat keseriusan sebuah masalah. Dan paling penting kemungkinan masalah tersebut untuk diatasi. ”Waktu kita Cuma 2 bulan untuk melakukan perubahan atau perbaikan nyata, itu t ermasuk penulisan laporannya”, jelas Fitri, presenter Tim HMT Bima.

segar-di-arena-diskusidrg. iksan, dr. Early, Suryansyah, SKM_tetap segar-di-arena-diskusi

Alotnya diskusi membuat pertemuan harus di skors untuk memberi kesempatan peserta pertemuan makan siang dan sholat. Setelah itu baru masalahnya bisa ditentukan dan diputuskan. ”Jadi, berdasarkan urutan nilai BPR ini, maka Penataan dan alur pelayanan IGD menjadi prioritas utama masalah yang akan kita ambil sebagai Quality Improvement Action (QIA) Project kita”, ujar Fitri sambil menunjukan angka-angka BPR dari seluruh masalah.

Oleh: buletinrsudbima | Maret 18, 2009

Up date HMT hari ke-2

Kegiatan Hospital management hari ke-2 disi dengan 2 topik utama yaitu :Identifikasi Masalah dan Literature search.

Pemateri : Agastya, Andreasta dan Haris AB.

rsud-bima_hmtrsud-bima_hmt

Tim HMT RSUD Bima plus peserta peninjau dari Poltekkes Mataram.

rsud-dompu_hmtrsud-dompu_hmt

Tim HMT dari RSUD Dompu

rsud-sumbawa_hmtrsud-sumbawa_hmt

Tim HMT Dari RSUD Sumbawa

rsud-lobarrsud-lobar

Tim HMT RSUD PPP Gerung baru hadir 3 orang

hmt_wanitahmt_wanita

Tim HMT wanita.

Oleh: buletinrsudbima | Maret 17, 2009

Mencari Literatur Kesehatan

Lebih dari 10 juta artikel dapat dengan mudah ditemukan di perpustakaan-perpustakaan terkemuka di dunia. Sekitar sepertiganya telah diindeks dan dimuat dalam suatu database yang disebut dengan Medline, yang kompilasinya dilakukan oleh National Library of Medicine, Amerika Serikat. Jika dahulu pelacakan artikel melalui Medline hanya dapat dilakukan dengan melanggan, maka saat ini dengan mudah kita dapat mengakses secara gratis melalui internet. Artikel-artikel dapat dilacak dengan dua cara, pertama, melalui pelacakan sembarang kata pada database tersebut, termasuk kata dalam Judul artikel ataupun abstrak, nama pengarang, dan institusi tempat penelitian dilakukan. Kedua dengan menggunakan kata/istiliah yang berbasis MeSH (medical subject heading). Untuk memudahkan memahami bagaimana pelacakan melalui Medline, berturut-turut akan disajikan tahapan pencarian kepustakaan melalui database Medline.

Contoh 1: Mencari artikel dengan judul yang mungkin diketahui

Sebagai contoh, untuk mencarii artikel dengan judul seperti “Confidentiality and patients’ casenotes,” yang pernah kita lihat terdapat pada British Journal of General Practice beberapa tahun yang lalu, maka dapat dilakukan pelacakan sebagai berikut: 1. confidentiality.ti 2. british journal of general practice.jn 3. 1 and 2 Beberapa istilah untuk pelacakan melalui Medline antara lain :

Syntax (Arti)                                                             Contoh

.ab (Kata dalam abstrak)                                      epilepsi.ab

.au (Author)                                                              smith-r.au

.jn (Journal)                                                               lancet.jn

.ti (kata dalam judul)                                             epilepsy.ti

.yr (tahun publikasi)                                              87.yr

Kita juga dapat secara cepat melakukannya dengan cara berikut:

1. confidentiality.ti AND british journal of general practice.jn

Langkah ini menunjukkan adanya penggunaan the boolean operator “and”. Dengan cara ini maka kita akan mendapatkan artikel yang hanya memiliki kedua persyaratan di atas.

Masalah 2: Ingin menjawab suatu pertanyaan spesifik

Sebagai contoh, seorang pasien bertanya mengenai anorexia nervosa yang terjadi setelah penghentian penggunaan kontrasepsi oral yang digunakan untuk mencegah osteoporosis, maka kita dapat saja menggunakan kata “anorexia nervosa,” “osteoporosis,” and “oral contraceptives” sebagai kata pelacak. 1. anorexia nervosa 2. anorexia nervosa/ jika istilah ini menjadi fokus utama pelacakan) Maka dengan mengetikkan istilah tersebut kita akan mendapatkan sekitar 700 lebih artikel dalam satu edisi Medline. Selanjutnya hal yang sama juga dapat dilakukan untuk istilah berikutnya, yaitu osteoporosis dan contraceptives. 3. osteoporosis/ Maka kita akan menemukan sekitar lebih dari 2000 artikel. Penggunaan tanda “/” dilakukan apabila kita mengetahui bahwa kata yang kita cari merupakan kata yang resmi ada dalam istilah MeSH. 4. contraceptives, oral/ 5. Maka akan ditemukan sekitar 1200 artikel. Kita dapat juga melakukan pelacakan dengan mengkombinasikan ketiga istilah di atas: 6. *anorexia nervosa/ and osteoporosis/ and contraceptives, oral/

Masalah 3: Mencari informasi umum secara cepat tentang suatu topik yang spesifik.

Untuk hal ini dapat digunakan beberapa subheading seperti yang tertera dalam berikut.

SyntaxArti                                                   Contoh                                                         /ae Adverse effects                       thalidomide/ae                                               /co Complications                         measles/co                                                          /ct Contraindications (of drug) propranolol/ct                                               /di Diagnosis                                    glioma/di                                                               /dt Drug therapy                            depression/dt                                                 /ed Education                                  asthma/ed                                                        /ep Epidemiology                           poliomyelitis/ep                                            /hi History                                          mastectomy/hi                                              /nu Nursing                                       cerebral palsy/nu                                          /og Organisation/administration health     service/og                                  /pc Prevention and control        influenza/pc                                                    /px Psychology                              diabetes/px                                                           /th Therapy                                     hypertension/th                                               /tu Therapeutic use (of drug)   aspirin/tu

Masalah 4: Searching memberikan hasil berupa artikel-artikel yang tidak relevan

Kadangkala kita menemukan banyak sekali artikel yang sama sekali tidak relevan dengan apa yang kita cari. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan boolean operator “not”. Sebagai contoh jika ingin mencari artikel tentang surrogate endpoints dalam penelitian farmakologi klinik sementara kita tidak ingin tercakup di dalamnya “mother” maka digunakan cara sebagai berikut: 1 (surrogate not mother$) Penggunaan tanda$ adalah untuk menunjukkan semua kata yang bermula dengan mother, misalnya mother, mothers, motherhood, dan sebagainya.

Masalah 5: Pelacakan memberikan hasil “0″ (tidak ada artikel sama sekali) atau telalu sedikit artikel

Jika kita menggunakan istilah-istilah kata secara ketat sering berakhir dengan tidak ditemukannya artikel yang dimaksud. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan kombinasi antara indeks MeSH dengan textwords. Sebagai contoh, ketika mencari artikel tentang the psychology of diabetes, tanpa menggunakan kata “diabetes,” “diabetic,” “psychology,” or “psychological,” mungkin kita tidak akan menemukan satu artikelpun. Oleh karena itu dapat digunakan misalnya “diabet$.tw.” and “psychol$.tw.” dapat digunakan selain memanfaatkan istilah MeSH “diabetes mellitus” dan subheading “/px” (psychology). Terkadang kita juga bisa menggunakan perintah “explode”. Sebagai contoh, ketika mencari kata “asthma” tentu ada konteks lain seperti “asthma in children,” “occupational asthma,” dan sebagainya. Jika hanya mengetikkan kata “asthma” maka kita mungkin akan kehilangan “asthma in children”. Untuk itu dapat digunakan: 1 exp asthma/ Appendix 1: Evidence based quality filters for everyday use a) Therapeutic interventions (What works?) 1. exp clinical trials 2. exp research design 3. randomized controlled trial.pt. 4. clinical trial.pt. 5. (single or double or treble or triple).tw. 6. (mask$ or blind$).tw. 7. 5 and 6 8. placebos/ or placebo.tw.

Beberapa situs/juornal penyedia artikel kesehatan antara lain seperti Pubmed, atau berikut ini :

www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/

http://highwire.standford.edu

www.bmj.com/search.dtl

http://content.nejn.org

http://pediatrics.aap

(diambil dari materi : Hari II, Blok 0-HMT NTB Batch 2)

Oleh: buletinrsudbima | Maret 16, 2009

Ka Dikes Kota Bima Buka Kegiatan HMT NTB

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan (Dikes)Propinsi NTB, Kepala Dikes Kota Bima, Drs. Sarjan, Apt., (Senin, 16/3/09) membuka rangkaian kegiatan Hospital Management Training (HMT) NTB Angkatan II di Ruang Prodi Keperawatan Bima.

Ka. Dikes Kota Bima

Sambutan Ka. Dikes Kota Bima

Dalam sambutannya, Drs. Sarjan, Apt, mengakui meskinya yang membuka ini adalah Kepala Dikes Kab. Bima. “Namun, karena tidak berada di tempat dan RSUD Bima juga berada diwilayah sekaligus melayani sebagian besar warga Kota Bima, saya bersedia dan mendukung kegiatan HMT ini”, ujarnya. Kepala Dikes yang baru bertugas lebih kurang 5 bulan di Kota Bima ini juga mengingatkan kepada peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik. “Ingat, Anda yang mengikuti pelatihan ini adalah orang-orang terpilih dari rumah sakit”, ingatnya. Pada akhirnya Sarjan berharap pelatihan ini akan membawa perubahan dan kemajuan dalam manajemen pelayanan di RSUD Bima maupun rumah sakit lainnya di NTB.
Sebelumnya, dr. Andreasta Meliala, M.Kes yang merupakan Wakil Direktur Bidang Akademik Program Magister Manajemen Rumahsakit (MMR) UGM menjelaskan tentang maksud dan tujuan serta hal lain yang berkaitan dengan HMT ini. Menurut kandidat doktor UGM ini, model pelatihan yang akan dilakukan adalah menggunakan pendekatan team. “Artinya, kita tidak melatih individu, tapi melatih tim”, ujarnya. Karenya, menurut alumni pelatihan manajemen rumah sakit di Austria ini, dalam pelatihan ini yang akan dilakukan sebagai langkah awal adalah membangun tim (team buliding). “Selanjutnya kita akan membagi pelatihan ini dengan 4 blok. Pada pelatihan ini juga kepada peserta diberikan kesempatan untuk melakukan quality improvement action project (QIAP). Yaitu tim akan melakukan perubahan nyata di rumah sakit masing-masing selama 2 bulan. Pelatihan akah berlangsung selama lebih kurang 6 bulan”, jelasnya.

hmt_teamhmt_team

Sementara Dr. Gertrud Schmidt-Ehry, MD, MPH selaku Principal Advisor GTZ NTT-NTB, dalam sambutannya mengaku gembira bisa kembali hadir di Bima. Pasalnya menurut dokter spesialis obstetri gynekologi ini, kehadirannya ke Bima ini adalah yang ketiga kalinya. “Meski saya sudah berada di NTB sejak Tahun 2005, namun saya baru datang ke Bima Januari 2009 ini”, ujarnya dalam Bahasa Inggris. “Hingga akhir tahun ini kita akan banyak bersama-sama dan saya akan menganggap Bima seperti rumah saya sendiri”, ujar wanita Jerman yang telah bertugas di beberapa negara berkembang ini. Menurut Gertrud, manajemen rumah sakit justru sangat penting atau dalam bahasa aslinya dia menyebut “very-very crucial”. Menurutnya, justru rumah sakit memiliki peran yang sangat besar dalam keseluruhan sistem kesehatan. “Saya bertemu dengan orang-orang depkes, mengatakan pentingnya kesehatan dasar. Iya. Tapi ketika misalnya seorang Ibu atau anak telah terkomplikasi maka rumah sakitlah yang berperan besar”, ujarnya. Karena itu ia berharap kepada peserta pelatihan HMT ini dapat menjadi sebuah tim yang besar. Lebih lanjut ahli kesehatan masyarakat ini mengatakan, meski itu berasal dari tim kecil dimasing-masing rumah sakit tapi dapat menjadi sebuah tim yang mampu membawa perubahan yang besar atau apa yang disebutnya sebagai “critical mass”. “Tidak ada penangguhan jadwal dari kegiatan ini, sebab GTZ-Siskes NTB akan berakhir Desember 2009”, ingatnya.
hmt_team2hmt_team2

Juga menyambut kegiatan HMT ini, Ketua Program Studi (Prodi) Keperawatan Bima, Jubaer, SKM, M.Kes, menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta sekaligus mengucapakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan GTz-UGM yang kepada Prodi Keperawatan Bima sebagai lokasi pelatihan HMT NTB angkatan II ini. Jubaer juga meminta maaf atas berbagai kekurangan yang ditemui selama pelatihan ini. “Kami akan terus memperbaiki diri” janjinya.

hmt_modul-pesertahmt_modul-perwakilan peserta

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi awal dari masing-masing rumah sakit. Dimulai dari RSUD Bima, RSUD Dompu dan RSUD Sumbawa. Sementara peserta dari RSUD PPP Gerung masih dalam perjalanan.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori