RSUD Bima, Coba Terapkan MPKP

Ruang VIP B RSUD Bima pada bulan Agustus kemarin mulai menerapkan model Pemberian asuhan keperawatan profesional kepada pasien. Model yang dikenal dengan MPKP (Model Praktek Keperawatan Profesional) ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
“Kebetulan, SDM perawat yang ada di VIP B memungkinkan”, jelas direktur RSUD Bima.
Saat ini di VIP B, sudah ada lima orang tenaga sarjana keperawatan. Kebetulan semuanya baru tamat dari berbagai institusi pendidikan. Salah satunya Fitri Kurniati, S.Kep. Ns. Kehadiran Fitri, yang alumni Brawijaya Malang ini semakin mengokohkan komposisi tim yang sudah ada.
“Konsep ini akan memudahkan kita bekerja dan memberi kita tanggung jawab yang jelas terhadap pasien masing-masing”, ujar Fitri. Fitri juga menjelaskan kalau penerapan MPKP di VIP B ini belum utuh, tapi masih kombinasi dengan model Tim. Dalam pelaksanaannya model ini secara umum memberikan tanggung jawab penuh kepada seorang perawat terhadap pasien tertentu. Dalam penerapannya di VIP RSUD Bima, tim di bagi dua yang dipimpin oleh seorang Ketua Tim (Perawat Primer) dengan 2-3 orang anggota Tim (Perawat Assosiate). Masing-masing anggota tim merawat 2-5 orang pasien. Ketua Tim bertugas untuk mengkoordinir pelaksanaan asuhan keperawatan kepada pasien yang menjadi tanggung jawab anggota Timnya. Ketua Tim juga yang melakukan operan pasien, membagi pasien kepada anggota Tim, mengikuti Visite dokter dan menerima pasien baru serta membantu anggota tim bila pekerjaan anggota tim sangat banyak. Sedangkan tugas anggota tim adalah melaksanakan semua program terhadap pasien tersebut. “Secara umum anggota tim lebih banyak ke pasien sedangkan ketua Tim tidak”. Jelas Fitri lagi. Namun demikian, model ini tidak berarti jalan sendiri-sendiri. Artinya tidak menutup kemungkinan anggota tim yang satu membantu anggota tim yang lain. Hal ini mengingat kepentingan pasien tetap yang utama.

Gambar :Komite perawat RSUD Bima Berdiskusi tentang Penerapan MPKP pada semua ruangan lain

komite Perawat RSUD Bima
Untuk kepentingan dokumentasi, model ini menekankan agar data pada status diisi sesuai apa adanya. ”Sehingga secara bertahap kita akan menghilangkan buku laporan. Buku laporan ini tidak mempunyai kekuatan hukum apa-apa bila ada masalah. Dengan tanpa buku laporan maka mau tidak mau perawat akan terbiasa membuka lembar catatan observasi dan rencana tindakan pasien pada status. Ini juga akan mengurangi beban pekerjaan menulis”, jelas Fitri.
Pantauan warta RSUD di VIP B RSUD Bima, kegiatan perawat ketika datang adalah melakukan operan langsung di ruangan pasien. Operan ini benar-benar menanyakan kembali keluhan dan program pasien yang sudah atau belum dilaksanakan. Operan ruang depan (VIP dan kelas I) dipimpin ketua Tim I, sedangkan operan di ruang belakang (Kelas II) dipimpin oleh Ketua Tim II. Setelah selesai operan, seluruh perawat berkumpul di ruang jaga (pre conference). Dipimpin oleh kepala ruangan, ketua Tim selanjutnya membagi pasien kepada masing-masing anggota tim sambil memberitahukan keadaan pasien dan rencana tindakan selanjutnya. Setelah selesai pre conference, masing-masing perawat mengambil status masing-masing pasien yang akan menjadi tanggung jawabnya. Sambil menunggu visite dokter mengunjungi pasien masing-masing untuk validasi keluhan dan mungkin merapikan tempat tidur pasien. Ketua Tim lalu mengikuti visite dokter sesuai pasien masing-masing. Selesai Visite dokter, masing-masing perawat melaksanakan asuhan keperawatan pasien kepada masing-masing pasien. Ketika ada pasien baru, pasien tersebut diterima oleh Ketua Tim, menganamnesa, merumuskan diagnosa keperawatan dan merencanakan tindakan keperawatan. Selanjutnya rencana tindakan dikonfirmasikan kepada perawat pelaksana untuk dilaksanakan.
Sekitar jam 13.00, perawat kembali berkumpul untuk mendiskusikan tindakan dan program yang sudah maupun yang belum dilaksanakan serta program yang perlu dioperkan.
Hasilnya, meski baru efektif pada shiff pagi, kegiatan MPKP ini telah memberi warna baru dalam pemberian pelayanan. ”Enak, beban kerja jadi agak berkurang dan menjadi jelas”, kesan Rahma, salah satu Perawat VIP B. ”Pasien dan keluarga jadi langsung mencari dan mengenal kita”, ujar Yanti perawat lainnya. Menurut Fitri, hal itu merupakan salah satu indikasi keberhasilan pelaksanaan MPKP.
dr. Muhammad Ali, Sp.PD, dokter penyakit dalam RSUD Bima juga memberikan apresiasi postif dengan penerapan MPKP ini. ”Ini bagus, dan kalau bisa ruangan lain juga menerapkan model ini”, ujarnya melihat pelaksanaan MPKP VIP B.
Namun demikian, kepala Ruang VIP B RSUD Bima, Apriani Bimawati, S.Kep., mengaku kalau penerapan MPKP ini masih menemui beberapa kendala. ”Tenaga dan sarana masih perlu dibenahi”, ujar Bimawati. ”Tapi, paling tidak selama empat bulan pelaksanaan MPKP ini telah memberi hasil yang lebih baik dalam hal keluhan pasien dan keluarganya secara umum”, ujarnya lagi sesaat setelah acara syukuran pengoperasian ruang baru VIP B beberapa waktu lalu.
Benar. Mudah-mudahan ini akan menjadi awal bagi perbaikan mutu pelayanan di RSUD Bima.

About rsudbima

Warta RSUD Bima adalah Media Komunikasi RSUD Bima yang terbit sejak Tahun 2002

Posted on Maret 3, 2009, in Keperawatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Bagus nih, semoga dengan MPKP bisa lebih memberi pelayanan ke pasien. Kapan ya Puskesmas Mojoagung bisa menerapkan MPKP ?
    Apa harus nunggu ada yang lulus S.Kep NS dulu😀

    • Ya Trims. Bisa kok yang penting ada yang sungguh-sungguh mau menerapkannya. Beda sekali lho hasilnya sebelum dan sesudah penerapan MPKP ini. terutama dari segi efektifitas kerja perawat dan kepuasan pasien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: