DRUG, PREGNANCY & BREAST FEEDING

DRUG, PREGNANCY & BREAST FEEDING
Oleh : Nurwahyuningsih, S.Si, Apt.
Instalasi Farmasi RSUD Bima
(Dimuat di Warta RSUD Bima edisi : No. 8/IV/Desember 2006)

Peresepan obat pada wanita hamil menjadi pembicaraan luas setelah krisis talidomid yang mengakibatkan penarikan obat tersebut pada tahun 1961 karena. obat ini menyebabkan 8000 bayi di 46 negara lahir dengan kecacatan

Pengaruh obat pada janin?
Pada trimester I; obat berpengaruh terhadap Malformasi atau kelainan fungsi fisiologis, sedangkan pada Trimerster II dan III; obat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan fisiologis janin atau memberikan efek toksik pada jaringan janin.

Bagaimana dengan dosis obat?
Obat dapat menembus sawar Uri sehingga dapat menyebabkan efek berbahaya pada janin, sehingga untuk meminimalkan potensi efek toksik selama masa kehamilan dosis obat yang diberikan harus diusahakan serendah mungkin selama trimester pertama. Bila obat berpotensi menyebabkan efek putus obat pada janin, dosis dapat diturunkan pada saat mencapai akhir masa kehamilan, contohnya pengobatan dengan antipsikosis dan antidepresan. Namun perlu diingat dalam penentuan dosis harus dalam rentang terapi atau dosis efektif.

Obat yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin

Obat- Efek yang mungkin terjadi
Gol. ACE. inhibitor- Gagal ginjal pada janin dan neonats
Obat antitiroid- Hipertiroidisme pada janin
Benzodiazepin- Ketergantungan obat pada janin
Beta blocker- Hambatan pertumbuhan jika digunakan selama masa kehamilan (terbukti pada atenolol)
Barbiturat- Ketergantungan obat pada janin
AINS- Konstriksi pada ductus arteriosus
Tetrasiklin- Pewarnaan gigi, hambatan pertumbuhan tulang
Warfarin -Perdarahan dalam otak janin

Bagaimana perpindahan obat melalui ASI?
Obat dikeluarkan kedalam ASI sebagian besar melalui difusi pasif sehingga terdapat hubungan langsung antara dosis, rute pemberian, kemampuan ibu mengekskresi dengan kadar obat dalam ASI, e.x Pemberian parenteral umumnya menghasilkan kadar obat dalam plasma meningkat dari pada melalui oral.
Obat dapat meningkatkan atau bahkan menghambat proses menyusui hal ini dipengaruhi oleh prolaktin yang mengontrol produksi ASI, ex. Diuretika golongan thiazid dan antagonis serotonin seperti siprohetadin

Obat yang harus dihindari pada wanita yang menyusui

Obat -Efek yang mungkin terjadi pada bayi
Amiodaron hidroklorida-Kandungan Iodine dapat menyebabkan hipotiroidisme pada neonatus
Aspirin-Resiko sindroma Reye
Barbiturat- Mengantuk
Benzodiazepin- Letargia
Karbimazol – Hipotiroidisme
Obat sitotoksik- Supresi imun dan neutropenia
Kontrasepsi oral kombinasi- Dapat membatasi jumlah ASI dengan berkurangnya kandungan nitrogen dan protein
Tetrsiklin- Resiko pewarnaan gigi

Kesimpulan
Diperlukan perhatian yang besar dalam penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui, karena itu harus dipertimbangkan oleh dokter dan Farmasis pada setiap obat yang digunakan.

Daftar Pustaka
a. British National Formulary 48, Britsh Medical Association and the Royal Pharmaceutical Society of Great Britain, 2004
b. Aslam dkk, Farmasi Klinis (Clinical Pharmacy), PT Elex Media Kompulindo, Jakarta.©

About rsudbima

Warta RSUD Bima adalah Media Komunikasi RSUD Bima yang terbit sejak Tahun 2002

Posted on Maret 9, 2009, in Artikel, Kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: