KANKER SERVIKS

KANKER SERVIKS
Oleh : dr. IGN Darma Putra, Sp.OG*
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Bima.
(Dimuat di Warta RSUD Bima edisi : No. 7/IV/September 2006)

INSIDEN
Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada wanita. Angka kejadian sekitar 500.000 kasus baru pertahun diseluruh dunia, di Amerika serikat kira-kira 15.000 kasus baru pertahun dan di Indonesia kurang lebih 180.000 kasus baru pertahun. Sayangnya penderita datang sudah dalam stadium lanjut sehingga prognosis pengobatannya sangat jelek.

Faktor resiko

FAKTOR RISIKO

• Jumlah pasangan sex
Menimbulkan konsep pria berisiko tinggi sebagai factor yang
menimbulkan infeksi , dimana penyakit hubungan sexual terbukti
berhubungan dengan kanker servix
Hubungan sexual usia dini
Terutama bila berhubungan sex pada usia kurang dari 16 tahun oleh karena adanya zat karsinogen yang bekerja pada zone transpormasi yang sedang berkembang
• Merokok
Dapat meningkatkan risiko kanker servix 2 kali lipat. Ditemukan karsinogen kimia seperti kotinin, nikotin, tar, hidrokarbon dan phenol pada servix yang dapat menurunkan densitas, fungsi sel langerhans dan merusak imunitas lokal sel epitel servix
• Paritas lebih dari empat
Meningkatkan risiko 2,5 kali lipat. Kehamilan dapat menginduksi oncogen HPV menjadi tidak stabil yang dapat berubah menjadi ganas
• Sosial ekonomi rendah
Ditemukan kadar vitamin C yang rendah pada wanita kanker servix
• Penggunaan pil KB lebih dari 5 tahun
Dapat menurunkan asam folat darah sehingga terjadi perubahan
Megaloblastik pada sel epitel servix
• Infeksi HPV
Ditemukan pada wanita kanker servix sebanyak 95 %

HISTOPATOGENESIS
Servix dilapisi oleh 2 macam epitel yaitu epitel squamosa dan epitel kolumner. Epitel squamosa menutupi serviks bagian luar dan epitel kolumner menutupi kanalis servikalis Epitel squamosa dan epitel kolumner bertemu membentuk sambungan squamokolumner ( SSK ).
Dengan adanya pH vagina yang rendah dapat terjadi perubahan epitel kolumner menjadi epitel squamosa, perubahan tersebut dinamakan metaplasia.
Proses metaplasia ini dianggap sebagai peristiwa normal dan terjadi pada kebanyakan wanita. Epitel squamosa yang terjadi akibat proses metaplasia disebut epitel squamosa metaplastik dan daerah yang terjadi akibat metaplasia disebut zone transpormasi.
Jika terdapat mutagen pada serviks seperti sperma yang mengandung virus HSV tipe 2, klamidia dan HPV pada saat fase aktif atau fase awal dari metaplasia, maka sel-sel metaplastik dapat berubah menjadi sel yang berpotensi ganas dan dapat menyebabkan kelainan yang disebut displasia. Displasia yang terjadi dari yang ringan, sedang, berat dan selanjutnya dapat berkembang menjadi kanker serviks jika daya tahan tubuh tidak dapat mengatasi sel-sel tersebut. Perubahan dari displasia ringan ke sedang dan selanjutnya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 3 – 5 tahun sehimgga kita mempunyai waktu untuk melakukan deteksi dini dengan Pap smear.

Menegakkan diagnosis kanker servix

Anamnesis
– Riwayat perkawinan
– Aktifitas sexual
– Penyakit yang pernah diderita
– Sosial ekonomi

Gejala klinis
– Stadium awal tanpa gejala
– Kontak berdarah, metroragia, menoragia
– Keputihan yang berbau
– Nyeri daerah pelvis
– Hematuri
– Bengkak pada tungkai
Pemeriksaan fisik
– stadium awal
bintik keputihan pada servix
– stadium lanjut
servix seperti bunga kol, rapuh dan mudah berdarah

Pemeriksaan penunjang
– Pap smear
Ditemukan sel ganas pada hapusan servix
– Biopsy
Dilakukan pada servix yang dicurigai

Kapan dilakukan Pap smear
Pap smear dilakukan pada wanita yang sudah menikah atau yang sudah pernah berhubungan sexual selama satu tahun, diulang 1 tahun kemudian, dan selanjutnya diulang tiap 3 tahun bila hasilnya normal.

Stadium klinik

0 Kanker Insitu
I Kanker terbatas pada servix
A. Servix tidak mencurigakan
B. servix mencurigakan
II Kanker menyebar ke vagina dan atau parametrium
A. menyebar ke vagina 2/3 proksimal
B. menyebar ke parametrium tapi tidak sampai dinding pelvis
III Kanker menyebar ke vagina 1/3 distal, mencapai dinding pelvis dan atau terjadi gangguan fungsi ginjal
A. menyebar sampai vagina 1/3 distal
B. sampai dinding pelvis dan atau dengan gangguan fungsi ginjal
IV Kanker menyebar keorgan sekitar atau organ yang jauh
A. Menyebar ke organ sekitar pelvis
B. Menyebar ke organ yang jauh

PENGOBATAN
Pengobatan kanker serviks tergantung dari stadium klinik
– Stadium 0 dilakukan histerektomi total
– Stadium I-IIa dilakukan radikal histerektomi dan dilanjutkan dengan pengobatan kemoterapi dan radiasi
– Stadium IIb keatas hanya diberikan kemoterapi dan radiasi

PROGNOSIS
Pada pengobatan kanker tidak ada istilah sembuh kecuali kita temukan kanker serviks pada stadium 0. Kalau sudah stadium I keatas yang ada harapan hidup dalam 5 tahun. Oleh karena itu kita perlu untuk melakukan deteksi dini untuk menemukan kanker serviks sedini mungkin, kalau bisa pada lesi pra kanker
Stadium 0 100% sembuh
Stadium I angka harapan hidup 5 tahun 80%
Stadium II angka harapan hidup 5 tahun 60%
Stadium III angka harapan hidup 5 tahun 30%
Stadium IV angka harapan hidup 5 tahun < 10%

About rsudbima

Warta RSUD Bima adalah Media Komunikasi RSUD Bima yang terbit sejak Tahun 2002

Posted on Maret 9, 2009, in Artikel, Kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: