MANFAAT VITAMIN A, ASAM FOLAT, DAN IODIUM PADA KEHAMILAN

MANFAAT VITAMIN A, ASAM FOLAT, DAN IODIUM
PADA KEHAMILAN

dr. Rustika dan dr. Tri Sulaksana

Embriogenesis terjadi selama delapan minggu pertama masa kehamilan, dari pembuahan hingga organogenesis. Sel telur yang telah dibuahi (zigot) akan mengalami serangkaian pembelahan mitotik, pertumbuhan, dan diferensiasi menjadi beberapa tipe sel, organ, dan sistem organ pada janin.
Ketidaknormalan dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan sehingga dapat mengakibatkan kecacatan pada janin. Kecacatan dapat terjadi pada sistem saraf pusat, termasuk spina bifida, anencefali, oro-facial, dan kerusakan jantung. Kecacatan tersebut merupakan hal yang paling sering dalam menyebabkan angka kesakitan dan kematian.
Terdapat bukti ilmiah bahwa defisiensi vitamin A, asam folat, serta iodium dihubungkan dengan kejadian tersebut. Prevalensi dari defisiensi mikronutrien tersebut terjadi di banyak negara. Itulah sebabnya fokus pertimbangan ditujukan terhadap vitamin A, asam folat, dan iodium yang berinteraksi secara kompleks.

Vitamin A

VITAMIN A
Bentuk aktif vitamin A adalah asam retinoat. Bentuk aktif ini penting untuk mengatur beberapa gen yang penting dalam perkembangan manusia. Asam retinoat memiliki pengaturan pola dan perkembangan semasa pembentukan janin, yang paling signifikan terutama pada periode gastrulasi dan neurolasi. Penyakit dan kecacatan dikaitkan dengan kelebihan maupun kekurangan vitamin A. Kelebihan vitamin A menunjukkan dampak teratogenesis pada hewan pengerat. Sedangkan pada ibu hamil, defisiensi vitamin A dapat menyebabkan cacat lahir, seperti misalnya kelainan jantung, sistem saraf pusat, ginjal, paru, jaringan okuler, tulang aksial, serta kematian janin.
Mekanisme teratogenesis yang terjadi akibat kelebihan vitmin A masih belum jelas. Tetapi konsentrasi retinol yang lebih tinggi dapat mengaktifkan satu atau lebih gen-gen yang tidak tepat yang diatur oleh reseptor asam retinoat (RAR/Retinoic Acid Receptor) atau reseptor X retinoat (RXR/Retinoic X Receptor), yang mempengaruhi tingkat perkembangan pada pembentukan janin normal.
Konsumsi yang direkomendasikan adalah sebesar 550 µg retinol per hari. Vitamin A dalam makanan banyak terkandung dalam kuning telur, hati, minyak hati ikan, susu, dan makanan hasil olahan dari susu. Jadi penting bagi wanita hamil untuk mengkonsumsi jenis makanan tersebut.

ASAM FOLAT
Asam folat berperan penting dalam proses pembelahan dan pembagian sel. Hal ini penting untuk pembentukan DNA dan metilasi gen, terutama pada pengaturan epigenetic pada ekspresi gen dalam embrio hewan bertulang belakang, serta pada diferensiasi. Mekanisme biokimia folat dalam mencegah kecacatan pada saluran saraf belum diketahui. Asam folat dibutuhkan untuk mengumpulkan nukleotida sebagai prekursor untuk pembentukan DNA. Kecacatan pada saluran saraf mungkin terjadi sebagai hasil kegagalan pembentukan beberapa prekursor.
Defisiensi asam folat pada ibu hamil dihubungkan dengan terjadinya kecacatan pada saluran saraf yang dapat dicegah dengan suplementasi pada masa sebelum pembuahan. Organisasi kesehatah dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi asam folat pada wanita usia subur sebesar 400 µg asam folat per hari. Sedangkan pada wanita hamil, konsumsi asam folat yang direkomendasikan sebesar 520-600 µg per hari. Wanita dengan riwayat melahirkan bayi dengan spina bifida/ anencefali, apabila merencanakan kehamilan lagi, harus mendapat asupan asam folat sebanyak 4000 µg selama 1-3 bulan sebelum konsepsi dan selama 3 bulan pertama kehamilan. Asupan asam folat didapat dari tepung fortifikasi, bayam, brokoli, hati, dan kacang-kacangan.
Respon imunologi ibu hamil yang mempengaruhi transport folat dapat mempengaruhi proses perkembangan janin. Adanya antibodi reseptor folat pada ibu hamil dapat mempengaruhi kecukupan transport mikronutrien pada sel-sel janin sehingga berbahaya terhadap perkembangannya. Peningkatan konsentrasi homosistein juga dapat dipertimbangkan sebagai faktor resiko terjadinya kecacatan pusat saraf dan saluran saraf. Homosistein dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan abnormal pada keadaan cukup folat. Homosistein berperan sebagai reseptor antagonis glutamat, mengacaukan pembentukan vitamin A, dan menghambat pembentukan faktor pertumbuhan endothelial vaskuler.
Mekanisme manfaat asam folat masih belum jelas. Observasi secara biokimia, genetik, dan epidemiologi mengarah pada perkembangan hipotesa metilasi, yaitu asam folat membantu mencegah kecacatan saluran saraf dengan menstimulasi reaksi metilasi sel.

IODIUM
Hormon tiroid penting pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Iodium merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan pada pembentukan hormon tiroid T3 (triiodotironin) dan bentuk bioaktif T4 (tiroksin). Konsentrasi T4 yang rendah pada ibu hamil dapat merusak perkembangan neurologi janin, khususnya pada pertengahan kehamilan misalnya pada lingkungan yang kekurangan iodium. Defisiensi iodium pada tingkat ringan dapat menimbulkan penyakit hiperaktif, kurang perhatian, dan keterbatasan pembelajaran pada anak. Defisiensi iodium pada tingkat yang lebih berat berhubungan kretinisme dan retardasi mental. Selain itu defisiensi iodium juga dapat menyebabkan abortus, lahir mati, cacat lahir, dan hipotiroidisme kongenital pada bayi.
Namun mekanisme peranan tiroksin secara langsung pada regulasi perkembangan dini ibu hamil belum diketahui. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan proses neurogenesis, synaptogenesis, dan gliogenesis.
Estimasi angka kebutuhan iodium 160 µg/hari. Adapun sumber makanan antara lain: garam beryodium, makanan hasil laut, ganggang.

Daftar Pustaka
1. Rondo PHC and Oliveira JM, Pentingnya Vitamin A, Folat, dan Iodium Pada Masa Kehamilan. Switzerland: Nestle Nutrition Institute. 2007: 5-7.
2. Anonym. Nutrition and Pregnancy. At: http//:en.wikipedia.org/ wiki/nutrition_and_pregnancy. Last up date: 18 Agustus 2008. Last acces: 22 October 2008.
3. Anonym. Folic Acid. At: http//:en.wikipedia.org/wiki/folic_acid. Last up date: 21 October 2008. Last accses: 22 October 2008.
4. Anonym. Folic Acid and Pregnancy. At: http//:www.webmd.com/baby/folic-acid-and-pregnancy. Last acces: 22 October 2008.
5. Anonym. Iodine. At: http//:www.nlm.gov/midlineplus/druginfo/natural/ patient_iodine.html. Last acces: 22 October 2008.

About rsudbima

Warta RSUD Bima adalah Media Komunikasi RSUD Bima yang terbit sejak Tahun 2002

Posted on Maret 9, 2009, in Artikel, Kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. keren deh artikelnya dok….
    tambahin dong zat fe dan calsiumnya biar tambah komplit.trims………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: